Abstrak
Pangan adalah sumber energi bagi manusia dan pangan merupakan salah satu tujuan kenapa manusia berusaha dan melakukan kegiatan. Upaya memperoleh sumber pangan tidaklah terlepas dari peran sektor pertanian dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan yang harus tersedia bagi masyarakat secara keseluruhan. Akan tetapi upaya pengadaan pangan seringkali terhambat dengan fenomena yang terjadi dilingkungan sekitar, dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk diikuti dengan semakin besarnya kebutuhan pangan yang tersedia seringkali menjadi penghambat, belum lagi perilaku manusia yang diikuti dengan semakin berkembangnya pengetahuan dan teknologi yang ditemukan yang mendasari motivasi manusia untuk menemukan suatu inovasi dalam rangka meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber pangan. Seringkali inovasi yang pada awalnya ditemukan bertujuan untuk meningkatkan sumber pangan, akan tetapi justru menjadi kendala bagi tujuan manusia tersebut. Sehingga seringkali pengetahuan dan teknologi justru menjebak manusia dalam dampak negatif yang dihasilkan setelahnya.
Untuk itu, upaya pelestarian/konservasi lahan khususnya lahan pertanian haruslah menjadi fokus bagi pemerintah dan masyarakat dalam rangka mengatasi potensi-potensi dan dampak yang bisa terjadi akibat semakin berkembangnya teknologi dan pengetahuan serta semakin besarnya tuntutan kebutuhan masyarakat akan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas.
Adapun dalam artikel ini, dijelaskan bahwa peran masyarakat yang dikenal sebagai social capital sangatlah penting. Karena dengan peran dan keterlibatan masyarakat ini merupakan suatu modal kuat bagi eksistensi dan kesinambungan, serta daya dukung bagi program peningkatan kuantitas dan kualitas sumber pangan, sekaligus menjaga kelestarian alam yang pada nantinya akan kita wariskan bagi generasi selanjutnya.
Selain faktor-faktor sosiologis, faktor-faktor ekonomis seperti cost-benefit framework sebagai landasan penentuan kebijakan pemerintah maupun komunitas masyarakat juga patut diperhatikan, karena jika kita bicara mengenai upaya pelestarian alam berarti kita juga bicara mengenai suatu kegiatan investasi, yang jika dipandang sepintas tidaklah terlalu menguntungkan dalam jangka pendek tetapi justru akan dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu panjang. Dengan kata lain investasi yang berkaitan dengan upaya kelestarian alam/lahan akan dirasakan baru setelah beberapa tahun kemudian. Namun demikian setelah dipelajari dan dipertimbangkan lebih jauh lagi, jenis investasi ini justru akan menghasilkan hasil yang jauh berlipat ganda daripada biaya yang telah dikeluarkan.
Kata kunci: kebijakan, konservasi lahan pertanian, social capital, dan cost-benefit framework
Tuesday, August 24, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment